Saat si kecil demam, tubuhnya kehilangan lebih banyak cairan lewat keringat dan napas yang lebih cepat. Di sisi lain, bayi yang sedang tidak enak badan sering malas minum. Karena itu, memilih minuman untuk bayi demam yang tepat sama pentingnya dengan menurunkan suhunya.
Kabar baiknya, pilihan minuman yang aman tidak rumit, asalkan disesuaikan dengan usia si kecil. Yuk, simak panduannya berikut ini.
Kenapa Cairan Penting Saat Bayi Demam?
Ketika suhu tubuh naik, kebutuhan cairan bayi ikut meningkat. Jika asupan cairan tidak mencukupi, bayi lebih mudah mengalami dehidrasi, yang bisa membuatnya makin lemas dan rewel. Tubuh yang cukup cairan juga membantu proses pemulihan berjalan lebih baik.
Ingat, minuman tidak menyembuhkan penyebab demam. Tujuannya adalah menjaga si kecil tetap terhidrasi selama tubuhnya melawan infeksi.

Foto oleh HÂN NGUYỄN di Pexels
Pilihan Minuman untuk Bayi Demam Sesuai Usia
Bayi di bawah 6 bulan: cukup ASI atau susu formula
Untuk bayi yang belum MPASI, ASI adalah minuman terbaik saat demam. ASI sudah mengandung cukup air, mudah dicerna, dan membawa antibodi yang membantu daya tahan tubuh. Bayi yang minum susu formula tetap diberikan susu formula seperti biasa.
Susui lebih sering, misalnya setiap 1 sampai 2 jam, meski hanya sebentar.
Jangan berikan air putih, teh, atau minuman lain kecuali atas saran dokter.
Jika bayi malas menyusu langsung, ASI perah bisa diberikan sedikit demi sedikit dengan sendok atau cangkir kecil.
Penting: bayi di bawah 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih perlu segera diperiksakan ke dokter.
Bayi 6 sampai 12 bulan: ASI tetap utama, ditambah air matang
Di usia ini, ASI atau susu formula tetap menjadi sumber cairan utama. Mums bisa menambahkan:
Air putih matang dalam jumlah kecil, diberikan dengan cangkir atau sedotan bayi.
Kuah sup bening, misalnya kaldu ayam atau sayur tanpa banyak garam, sebagai bagian dari MPASI.
Oralit bila demam disertai diare atau muntah, dengan takaran sesuai anjuran dokter atau petunjuk kemasan.
Anak di atas 1 tahun: lebih banyak pilihan
Setelah usia 1 tahun, pilihan minuman makin beragam:
Air putih sebagai minuman utama, ditawarkan sedikit tapi sering.
ASI, jika si kecil masih menyusu.
Kuah sup hangat yang juga membantu meredakan tenggorokan.
Buah yang banyak mengandung air, seperti semangka, melon, atau jeruk.
Jus buah tanpa tambahan gula, diencerkan dan dibatasi jumlahnya.
Es loli buatan sendiri dari buah atau ASI, berguna saat si kecil enggan minum karena tenggorokan sakit.
Minuman yang Sebaiknya Dihindari
Minuman | Alasan |
|---|---|
Teh dan kopi | Mengandung kafein dan bisa mengganggu penyerapan zat besi |
Minuman bersoda dan minuman manis kemasan | Gulanya tinggi dan bisa memperburuk diare |
Minuman isotonik atau minuman olahraga | Tidak dirancang untuk rehidrasi anak; komposisi gula dan garamnya berbeda dari oralit |
Madu atau air madu untuk bayi di bawah 1 tahun | Berisiko menyebabkan botulisme pada bayi |
Kental manis | Bukan susu untuk diminum, kandungan gulanya sangat tinggi |
Jamu atau ramuan herbal tanpa anjuran dokter | Kandungan dan takarannya belum tentu aman untuk bayi |
Tips Agar Si Kecil Mau Minum Saat Demam
Sedikit tapi sering. Beberapa teguk setiap 15 sampai 30 menit lebih mudah diterima daripada satu gelas penuh sekaligus.
Ganti wadahnya. Sendok, cangkir kecil, atau sedotan warna-warni bisa membuat minum terasa lebih menarik.
Sajikan pada suhu ruang atau sedikit sejuk. Minuman sejuk sering lebih nyaman untuk tenggorokan yang sakit.
Tawarkan saat suhunya mulai turun. Setelah diberi obat penurun panas sesuai anjuran dokter, bayi biasanya lebih bersemangat minum.
Tetap tenang dan sabar. Memaksa justru bisa membuat si kecil menolak.
Panduan memilih obat penurun panas bisa Mums baca di artikel obat bayi demam yang aman dan sesuai anjuran dokter.

Foto oleh Andrea Piacquadio di Pexels
Kenali Tanda Bayi Kekurangan Cairan
Perhatikan tanda-tanda dehidrasi berikut selama si kecil demam:
Popok jauh lebih kering dari biasanya, atau tidak buang air kecil selama 6 sampai 8 jam.
Bibir dan mulut tampak kering.
Menangis tanpa atau dengan sedikit air mata.
Ubun-ubun tampak cekung pada bayi.
Lemas, sangat mengantuk, atau sulit dibangunkan.
Urine berwarna kuning pekat.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa si kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan jika:
Bayi berusia di bawah 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih.
Muncul tanda dehidrasi seperti yang disebutkan di atas.
Si kecil menolak minum sama sekali, atau terus muntah setiap kali diberi minum.
Demam berlangsung lebih dari 2 hari pada bayi di bawah 2 tahun, atau lebih dari 3 hari pada anak yang lebih besar.
Terjadi kejang, sesak napas, atau muncul ruam yang tidak memudar saat ditekan.
Si kecil tampak sangat lemas atau Mums merasa ada yang tidak beres.
Jika si kecil rewel tetapi tidak demam, baca juga bayi cengeng tapi tidak demam, apakah normal?
Bagaimana Jika Mums yang Demam?
Ibu menyusui yang sedang demam umumnya tetap boleh menyusui. Justru ASI akan membawa antibodi yang membantu melindungi si kecil. Jangan lupa cukupi kebutuhan cairan Mums sendiri. Panduan lengkapnya ada di artikel cara menyusui bayi yang benar saat ibu demam.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah bayi di bawah 6 bulan boleh diberi air putih saat demam?
Tidak dianjurkan, kecuali atas saran dokter. ASI atau susu formula sudah mencukupi kebutuhan cairannya. Cukup berikan lebih sering.
Bolehkah memberi oralit pada bayi demam?
Oralit terutama diperlukan jika demam disertai diare atau muntah. Untuk bayi, berikan sesuai takaran yang dianjurkan dokter atau petunjuk kemasan.
Apakah air kelapa aman untuk anak demam?
Untuk anak di atas 1 tahun, air kelapa murni boleh diberikan sesekali dalam jumlah wajar. Namun air kelapa tidak menggantikan oralit bila anak mengalami diare atau dehidrasi.
Berapa banyak minuman yang dibutuhkan bayi saat demam?
Tidak ada angka pasti karena bergantung pada usia dan berat badan. Patokan praktisnya, perhatikan frekuensi buang air kecil. Jika popok tetap basah seperti biasa, artinya asupan cairannya cukup.
Stok ASI, Penolong di Hari Si Kecil Sakit
Saat demam, si kecil bisa minta menyusu lebih sering, atau justru malas menyusu langsung. Di kondisi seperti ini, stok ASI perah sangat membantu. ASIP bisa diberikan dengan sendok atau cangkir, dan untuk bayi yang sudah MPASI, ASIP beku bisa dijadikan es loli lembut yang menyejukkan tenggorokan. Agar kualitasnya terjaga, ikuti cara mencairkan ASI beku sesuai standar IDAI.
Kalau freezer di rumah sudah tidak muat untuk stok ASIP, Mum 'N Hun menyediakan sewa freezer ASI bulanan yang diantar sampai ke rumah. Konsultasi dulu lewat WhatsApp untuk memilih kapasitas yang pas.
Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun saran dari dokter atau tenaga kesehatan.












