7 Cara Ampuh Mengatasi Bayi Masuk Angin Tanpa Obat
Bayi menangis dengan muka merah padam, perutnya keras saat Mums sentuh, dan badannya sedikit lebih hangat dari biasanya. Wajar kalau Mums langsung merasa cemas. Kabar baiknya, kebanyakan kasus bayi masuk angin bisa diredakan di rumah tanpa obat, asalkan Mums tahu langkah yang aman dan tahu kapan harus berhenti.
Kenali Tanda Bayi Masuk Angin Biar Mums Tak Keliru Atur Langkah
Sebelum panik, pahami dulu ciri-ciri umum supaya penanganan yang dipilih benar-benar tepat sasaran. Banyak Mums salah mengira gejala ini sebagai tanda lapar atau sekadar rewel biasa.
Ciri perut kembung dan sering buang angin
Perut si Kecil terasa buncit, keras saat ditekan pelan, dan ia kentut berulang kali. Suara “cuit cuit” dari perutnya juga sering terdengar jelas. Kadang bayi mengangkat kedua kakinya ke dada sebagai respons alami atas rasa tidak nyaman itu.
Perubahan suhu tubuh dan rewel yang tidak biasa
Tubuh bayi terasa lebih hangat, terutama di area perut dan punggung. Tangisnya pun terdengar lebih melengking dibanding biasanya. Nafsu menyusunya juga bisa turun karena perutnya terasa penuh. Untuk demam di atas 38°C pada bayi di bawah 3 bulan, langsung hubungi dokter ya, Mums.
Langkah Pertama Saat Bayi Mulai Masuk Angin di Rumah
Pertolongan awal yang aman dan sederhana bisa Mums lakukan sebelum memutuskan memanggil tenaga medis.
Hangatkan tubuh bayi secara perlahan dengan kain lembut atau bedong tipis. Jangan langsung membedong rapat karena bisa membuat perutnya makin terasa penuh.
Cek popok dan posisi tidur. Popok yang terlalu ketat menekan perut, jadi longgarkan sedikit dan ubah posisi tidur jadi miring kiri agar gas lebih mudah keluar.
Pijat Bayi Lembut yang Bantu Redakan Perut Kembung
Teknik pijat halus berikut bisa Mums coba untuk membantu mengeluarkan gas tanpa obat. Sentuhan Mums sendiri sudah menenangkan sistem saraf bayi, lho.
Gerakan I Love You di perut bayi
Letakkan bayi telentang di alas yang lembut. Gunakan ujung jari dengan tekanan sangat ringan, bentuk huruf I dari sisi kiri atas ke bawah, lalu huruf L terbalik dari kanan ke kiri dan turun, terakhir huruf U terbalik. Ulangi 2 sampai 3 menit. Kalau bayi menangis atau wajahnya meringis, berhenti dulu.
Penekanan lembut pada telapak kaki dan punggung
Pijat melingkar di telapak kaki bisa merangsang saluran cerna. Lanjutkan dengan usapan panjang dari leher ke bokong di area punggung. Hindari memijat langsung di tulang belakang.
Kompres Hangat dan Perawatan Tradisional yang Sudah Terbukti
Mums bisa memanfaatkan bahan rumahan dengan cara yang benar. Suhu dan cara pakai adalah kuncinya supaya tidak malah membuat bayi kepanasan.
Kompres air hangat di perut dan dada
Gunakan kain bersih yang dicelup air hangat (sekitar 40°C, test dulu di punggung tangan Mums). Tempelkan di perut dan dada selama 3 sampai 5 menit. Ganti kompres begitu suhunya turun. Jangan pakai botol kaca panas langsung di kulit bayi.
Bawang merah dan minyak kayu putih sebagai aromaterapi
Iris tipis bawang merah, taruh di mangkuk kecil di dekat kaki ranjang (bukan di bawah hidung bayi). Aromanya membantu rasa nyaman. Untuk minyak kayu putih, oleskan sangat tipis di telapak kaki dan punggung saja, bukan di perut atau wajah.
Atur Posisi dan Pola Sendawa Setelah Menyusui

Foto oleh Toa Heftiba di Unsplash
Kesalahan saat menyusui atau memberi botol bisa bikin bayi lebih sering masuk angin, jadi teknik sendawa wajib dikuasai.
Posisi gendong tegak selama 10 sampai 15 menit
Sangga bokong bayi dengan satu tangan, biarkan dadanya bersandar di bahu Mums. Tepuk-tepuk pelan atau gosok melingkar di punggung atas. Posisi ini membantu gelembung udara naik ke kerongkongan.
Sendawa di tengah jeda menyusui
Untuk bayi yang menyusu langsung, lepas hisapan saat ia mulai melambat, lalu sendawakan. Untuk bayi botol, sendawakan setiap 60 sampai 90 ml susu. Ini mencegah akumulasi gas yang biasanya muncul setelah minum selesai.
Pilih Menu MPASI dan Pola Minum yang Ramah Perut
Bayi yang sudah makan pendamping perlu extra perhatian di menu hariannya. Beberapa bahan umum justru bikin gas berlebih.
Hindari sayuran penyebab kembung di MPASI
Bahan | Risiko Kembung | Alternatif |
|---|---|---|
Kubis | Tinggi | Wortel kukus |
Brokoli | Sedang–tinggi | Labu kuning |
Kacang-kacangan | Tinggi | Tahu halus |
Bawang bombai | Sedang | Daun bawang sedikit |
Mulai dari porsi kecil dulu, misalnya satu sendok makan, dan amati reaksi perutnya dalam 24 jam.
Takaran susu atau air putih yang sesuai usia
Usia | Takaran per minum | Frekuensi |
|---|---|---|
0–1 bulan | 60–90 ml | 8–12 kali |
1–3 bulan | 90–120 ml | 6–8 kali |
4–6 bulan | 120–150 ml | 5–6 kali |
6–12 bulan | 180–200 ml | 4–5 kali |
Air putih untuk bayi di bawah 6 bulan sebenarnya belum perlu, kecuali atas saran dokter. Untuk yang sudah MPASI, batasi air putih maksimal 60–120 ml per hari supaya perutnya tidak penuh cairan.
Kapan Mums Harus Bawa Bayi ke Dokter atau Konselor Laktasi
Tidak semua gejala bisa diatasi sendiri, jadi penting tahu batas aman perawatan rumahan. Lebih baik konsultasi dini daripada menyesal kemudian.
Tanda bahaya yang tidak boleh ditunda
Bayi muntah hijau atau kuning.
Perut keras dan bayi menjerit saat disentuh.
Demam di atas 38°C pada bayi di bawah 3 bulan.
Tidak mau minum sama sekali selama 6–8 jam.
BAB berdarah atau berlendir banyak.
Pertanyaan yang biasa diajukan Mums soal bayi masuk angin
Berapa lama biasanya bayi masuk angin membaik? Bila penanganan rumahan tepat, gejala biasanya mereda dalam 1–3 jam. Kalau lebih dari 24 jam masih rewel, saatnya konsultasi.
Apakah boleh pakai obat herbal yang dijual bebas? Sebaiknya hindari tanpa rekomendasi dokter atau konselor laktasi, apalagi untuk bayi di bawah 6 bulan.
Apakah bayi yang sering masuk angin berarti masalah pada susu formula? Bisa jadi. Kalau di botol, susu terlalu cepat atau dot kurang sesuai bisa bikin banyak udara tertelan. Coba ganti dot dengan aliran lebih lambat.
---
Langkah lanjutan untuk Mums: coba satu teknik di atas dulu, misal pijat I Love You, lalu catat reaksinya dalam catatan kecil. Kalau satu cara berhasil, Mums sudah punya “resep andalan” sendiri untuk si Kecil. Simpan artikel ini sebagai panduan cepat, dan jangan ragu hubungi tenaga medis saat ragu.










